Sabtu, 05 September 2009

PKS: Soal Century, Boediono Tak Transparan


Jakarta - Fraksi PKS DPR menilai, Menkeu Sri Mulyani dan mantan Gubernur BI Boediono bersikap tak transparan dalam pengucuran dana Bank Century. Terbukti pengucuran dana 'penyelamatan' sebesar Rp 6,7 triliun dari LPS itu tidak diketahui sama sekali oleh DPR.

Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi PKS Andi Rahmat mengatakan, sikap Sri Mulyani dan Boediono yang telah menyepakati kucuran dana ke Bank Century itu selama ini tertutup dengan DPR. Padahal, antara pemerintah dan DPR sudah sepakat pengucuran dana itu hanya Rp 1,3 triliun.

"Memang undang-undang mengatur bahwa Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tak harus meminta izin DPR untuk mengucurkan dana tersebut. Tapi DPR hanya sepakati dana untuk menghadapi persoalan akibat krisis sebesar Rp 1,3 triliun. Setelah Januari 2009, tidak ada laporan apa-apa, sampai menyeruak seperti sekarang," ujar Andi di Warung Daun Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (5/9).

Andi pun menyatakan bahwa DPR saat ini sangat menyesalkan sikap Departemen Keuangan, BI, dan LPS yang tidak transparan menyampaikan hal tersebut kepada DPR. Dan alasan tidak transparan itu dilakukan juga dinilai, Andi tidak masuk akal.

"Kata mereka, tidak transparan agar menjaga situasi pasar dan tidak terjadi rush. Ini memang persoalan yang agak rumit, tapi masak sama DPR saja yang juga lembaga negara tidak tranparan juga," cetusnya.
Continue reading...

Jumat, 04 September 2009

Dalam Sekejap, Pasukan Udara AS Membunuh 100 Warga Sipil Afghanistan


Bagi Anda yang nge-fans dengan film-film produk Amerika, mungkin Anda harus berfikir ulang untuk menjadikan negara tersebut menjadi negara yang Anda idolakan. Memang dari film-film produk Amerika banyak mengulas tentang kiprah tentara Amerika dalam perannya sebagai "polisi dunia". Tetapi tahukah Anda fakta yang sebenarnya?

Berikut sedikit info kebiadaban Amerika terhadap saudara-saudara kita di Afghanistan ; Senjata-senjata pembunuh milik pasukan koalisi AS tak henti-hentinya menyebar teror dan merenggung nyawa penduduk sipil di Afghanistan. Dalam serangan ke Provinsi Kunduz, utara Afghanistan, Jumat (4/9), pesawat-pesawat militer NATO membunuh sedikitnya 100 orang Afghan tak berdosa.

Dalam keterangannya, NATO berdalih bahwa target serangan itu sebenarnya adalah dua mobil tanker yang dicurigai dibajak oleh kelompok Taliban. Menurut saksi mata, serangan tersebut menyebabkan ledakan hebat dan menyebabkan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil.

Gubernur Kunduz, Mohammad Omar membenarkan insiden tersebut dan mempekirakan jumlah korban tewas 90 orang lebih. Kepala Polisi di distrik Kunduz mengungkapkan, korban tewas akibat roket-roket yang dimuntahkan oleh pesawat-pesawat tempur pasukan asing di wilayah itu sedangkan mobil tanker yang diklaim dibajak Taliban oleh militer AS terperosok ke sungai. Warga yang menjadi korban serangan itu dilarikan ke rumah sakit provinsi Kunduz.

Sudah terlalu sering militer AS bersama pasukan NATO-nya melakukan serangan yang menyebabkan jatunya korban di kalangan rakyat Afghanistan. Awal bulan Mei lalu, AS beberapa kali melakukan serangan udara ke wilayah barat provinsi Farah. Lebih dari 140 warga sipil Afghanistan tewas akibat serangan-serangan itu.

Laporan PBB menyebutkan, alih-alih menggempur Taliban, serangan udara AS telah membunuh lebih dari 1.000 warga sipil di seluruh wilayah Taliban selama enam bulan belakangan ini. Dalam laporannya, PBB juga menyatakan bahwa jumlah korban sipil yang tewas akibat konflik di Afghanistan meningkat 24 persen sepanjang tahun ini.

PBB mengingatkan, kebijakan AS menambah jumlah pasukannya di Afghanistan akan memicu lebih banyak korban jiwa. Saat ini, jumlah pasukan AS di Afghanistan mencapai 101.000 tentara. Namun sampai saat ini, militer AS masih belum mampu meredakan perlawanan Taliban, bahkan tambah kewalahan menghadapi Taliban.
Continue reading...

Rabu, 02 September 2009

SBY Tengok Korban Gempa di Cianjur


Bogor - Presiden SBY berangkat menuju Cianjur, Jawa Barat untuk melihat langsung dampak dan korban gempa 7,3 skala Richter (SR) yang mengguncang kawasan itu Rabu kemarin. SBY juga akan menggelar rapat koordinasi dengan pemda setempat di Istana Presiden Cipanas.

SBY yang didampingi istrinya Ny Ani berangkat dari kediaman pribadi mereka di Puri Cikeas, Bogor, Kamis (3/9) pagi. Rombongan SBY juga disertai sejumlah menteri seperti Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkes Siti Fadilah Supari dan Mendagri Mardiyanto.

Rencananya sebelum menuju lokasi dampak gempa di wilayah Cianjur, SBY akan melakukan rapat koordinasi dengan pemda setempat di Istana Presiden Cipanas. Sampai pukul 08.25 WIB ini, jumlah korban gempa terus bertambah. Menurut juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Priyadi Kardono, sedikitnya korban tewas berjumlah 46 orang, 10 luka berat dan 110 luka ringan.


inilah.com
Continue reading...

Friends

Followers

Fave This

DUNIA PENUH BERITA Copyright © 2009 Not Magazine 4 Column is Designed by Ipietoon Sponsored by Dezigntuts